Babak Baru Perseteruan Indonesia Malaysia

Kalau berbicara masalah perseteruan Indonesia Malaysia seakan tidak ada habisnya. Sudah semenjak jaman kakek saya sampai jamannya anak saya sekarang perseteruan seakan tidak berhenti tapi malah semakin memanas. Tensi kedua negara seakan tidak mau turun untuk sedikit mengendurkan urat syaraf persetreruan. Masyarakat awam sudah paham betul apa titik-titik permasalahan Indonesia dengan Malaysia. Dari masa kepemimpinan Presiden Soekarno sampai masa Presiden SBY sekarang ini perseteruan itu semakin tajam. Meski pada masa Presiden Soeharto terkesan adem ayem karena faktor X, seolah tidak mampu untuk menahan laju perseteruan ini. Dimulai dengan adanya Konfrontasi pada era Soekarno yang menewaskan dua Perwira KKO, pencaplokan pulau-pulau perbatasan, terorisme, olah raga, pencaplokan kebudayaan Indonesia dan yang paling mencolok adalah TKI (Tenaga Kerja Indonesia). Carut marut hubungan kedua negara ini seakan tidak bisa luntur. Perseteruan yang bisa dijadikan sebagai sejarah hitam kedua negara ini selalu mendapat jalan untuk tidak berhenti. Ada saja masalah yang timbul yang dapat mengakibatkan naiknya tensi kedua negara. Kita bisa telaah dengan jelas, perseteruan Indonesia Malaysia sudah merembet ke segala bidang kehidupan bermasyarakat. Bayangkan, parta tenaga kerja kita yang mengais ringgit di negeri jiran ini  seolah tak pernah lepas dari permasalahan.  Pengakuan Malaysia atas kebudayan-kebudayaan asli Indonesia sudah menampar harga diri bangsa Indonesia. Maraknya terorisme di Indonesia juga berpengaruh terhadap hubungan Indonesia Malaysia. Bukan karena orang Malaysia takut berinvestasi di Indonesia tapi lebih disebabkan terorisme yang ada di Indonesia selalu berhubungan dengan Malaysia. Belum lagi masalah olahraga, diajang pesta olahraga Asia Tenggara atau SEA GAMES, Bulu tangkis dan yang terakhir dan sedang dibicarakan masyarakat kedua negara yakni sepak bola, semakin menambah panjang daftar perseteruan kedua negara. Sebagai warga dan masyarakat bangsa Indonesia sudah pantas kalau kita membela hak-hak kita yang terinjak. Tapi kita tidak boleh anarkis, kita harus memakai pikaran dewasa menyikapi perseteruaan dengan Malaysia. Ini juga yang harus dilakukan Tim Sepak bola Indonesia yang akan bertanding melawan Malaysia agar dapat hasil yang signifikan. Timnas Malaysia dengan kostum kebanggannya ibarat Ular Belang atau di Indonesia kita sebut Ular Weling, ular dengan bisa yang sangat mematikan. Kita berharap, dengan sepak bola dapat sedikit mengurangi ketegangan hubungan Indonesia Malaysia, amien.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: