Anggota DPR : Pengabdian atau Pekerjaan ?

Judul diatas saya angkat karena saya merasa tergelitik waktu saya mau mengurus perubahan Kartu Susunan Keluarga (KSK) di tempat saya. Oleh ketua RT saya diberi blangko isian KSK sebanyak empat lembar untuk saya isi. Ketika saya pas mengisi di kolom pekerjaan saya sempat tertawa terpingkal-pingkal. Kenapa? Di situ tertulis beberapa kelompok pekerjaan dengan kodenya yang salah satunya adalah Anggota DPR.

Dalam hati saya bertanya-tanya, kenapa anggota DPR itu pekerjaan bukan pengabdian? Mungkin, seiring kemajuan jaman dan kemajuan teknologi kalau seorang anggota dewan itu dianggap pengabdian ditakutkan kerjanya tidak maksimal atau mungkin kurang prestisius. Mereka kan menghabiskan banyak uang untuk dapat sekedar duduk di kursi empuk dewan. Makanya mereka tidak mau kalau dikatakan pengabdian tapi ini adalah pekerjaan.

Seandainya soeorang anggota DPR merupakan pengabdian, mereka bisa mengelak dengan berdalih ini kan pengabdian. Jadi, jika terjadi hal-hal yang mengganggu kinerja anggota DPR sehingga anggota DPR tidak dapat melaksanakan tugasnya secara maksimal maka mereka sepenuhnya tidak dapat disalahkan. Mungkin atas dasar itulah maka pemerintah mengelompokkan anggota DPR sebagai suatu bidang pekerjaan. Apalagi sekarang mereka mendapatkan gaji,tunjangan dan fasilitas yang mewah.

Tapi kenapa para anggota dewan sampai sekarang tidak bisa menunjukkan dan memberikan hasil yang terbaik untuk masyarakat,kinerja yang seenaknya tapi minta fasilitas yang serba wah. Mereka seharusnya melaksanakan apa yang menjadi aspirasi masyarakat karena masyarakat ini notabenenya adalah yang memerintahkan anggota DPR untuk mewakilinya di pemerintahan.

Dengan gaji,tunjangan dan fasilitas yang serba mewah ternyata belum cukup membuat kinerja anggota DPR meningkat. Sampai-sampai salah seorang dari mereka nekat naik ke atap gedung DPR dan melakakukan aksi corat-coret sebagai bentuk protes, kekecewaan dan kemarahan terhadap rekan sejawatnya yang duduk di DPR. Tapi mudah-mudahan aksi tersebut tulus dan buan sekedar sensasi belaka. Meski mungkin  sebelumnya banyak aksi-aksi lain dari anggota DPR yang kita tidak tahu yang bertujuan untuk memprotes kinerja rekan sejawatnya.

Lebih-lebih sekarang, ditengah kondisi ekonomi yang serba semrawut ini,anggota DPR malah mengajukan dana JASMAS sebesar Rp. 12 milyar, dengan dalih untuk membantu dan menyampaikan aspirasi massa pendukungnya di daerah, tapi usulan itu tidak disepakati. Meski begitu para wakil rakyat ini (begitu mereka menamakan diri) masih berusaha mencari celah lain agar dapat kucuran dana yang besar dengan cara mengajukan rumah aspirasi di daerah. Nilainya pun tidak main-main, ratusan milyar rupiah.  Meski terjadi pro dan kontra, tapi usulan tersebut terkesan kalau anggota DPR itu makan gaji buta. Apakah dana sebesar itu memang untuk rakyat, rakyat yang mana?

Bandingkan dengan seorang ketua RT, mereka nyata-nyata pengabdian,kerja sosial langsung di masyarakat tapi tidak pernah mendapat apresiasi yang pantas. Kenapa ketua RT tidak dimasukkan sekalian sebagai salah satu bidang pekerjaan? Seorang ketua RT bisa dikatakan mempunyai jam kerja yang melebihi anggota DPR, mereka kerja tidak kenal waktu dan tidak ada batasan waktu. Mereka bahkan dapat mengorbankan kepentingan keluarga hanya untuk mengurusi warganya. Pujian belum tentu didapat dari warga tapi malah cemoohan yang bisa didapat.  Masih pantaskah seorang ketua RT ini disebut pengabdian?

Jadi buat orang-orang yang bekerja sebagai anggota DPR, baik itu DPR Pusat maupun DPRD hendaklah bekerja dengan baik. Sampaikanlah aspirasi rakyat, buatlah rakyat ini nyaman,aman,tentram dan tenang. Kalau anggotra DPR kerjanya angin-anginan dan hanya makan gaji buta, masih pantaskah kalau anggota DPR disebut PEKERJAAN?

3 Comments to “Anggota DPR : Pengabdian atau Pekerjaan ?”

  1. cocok sam. ayas ketua RW 10 tahun. akeh paidone. tapi alhamdulillah bisa membantu warga. malah saya coba dengan membuat buku Persyaratan Pengurusan Dokumen Penting: Panduan untuk Warga, Pengurus RT dan RW. mampirlah di website Ramket, dan komentari.
    suwun yooo ayo mbangun komunitas RT RW se Malang Raya!

  2. Hello! I realy like to read your posts. Greetings!

  3. Great post, thanks for this.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: