Jalinan Cinta Machicha dengan Pak Moer

Ilalang…ilalang…

Menghalangi pandangan…..

Ilalang…ilalang…

Jadi saksi cerita malam….

Alunan lagu yang pernah populer di tahun 1990 itu seakan menceritakan asal muasal perseteruan sang pelantun lagu Machicha Mochtar dengan mantan menteri era Presiden Soeharto yaitu Bapak Moerdiono. Lagu yang bagi saya sangat enak untuk direnungi dan dirasakan,tatanan nada yang mendayu dan melankolis seakan menambah dalam perseteruan mereka.

Kenapa saya sebut sebagai asal muasal masalah ini. Lagu yang dilantunkan Machicha menurut saya menggambarkan seorang laki-laki dan wanita yang bercinta. Apalagi ada ilalang yang menghalangi, semakin jelas menunjukkan kalau tempat percintaan mereka itu di tengah padang yang luas. Jadi secara kasar, dapat saya katakan seperti seorang pekerja seks komersil yang melayani tamunya.

Dari ilustrasi diatas dapat dihubungkan dengan jalinan percintaan yang Machicha dan Pak Moer jalani ibarat lelaki hidung belang mencari hiburan dengan cewek pekerja seks komersil. Karena (mungkin) Pak Moer orang yang beragama maka beliau melakukan pernikahan sirri terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan layaknya suami istri yang sah,meski mungkin beliau tetap membayar sesuai tarif yang diberlakukan. Pernikahan sirri yang dilakukan oleh Machicha dan Pak Moer ini terkesan lebih santun karena posisi Pak Moer saat itu sebagai orang penting di negara ini.

Seiring berjalannya waktu,karena mungkin dirasakan oleh mereka berdua kok enak akhirnya keterusan sampai muncul duplikat keduanya yakni seorang anak laki-laki yang sekarang telah tumbuh menjadi anak yang ganteng.

Permasalahan muncul ketika sang anak menapaki usia tahun kedua. Kabar burung yang terdengar Pak Moer dapat ganti yang masih orisinil dan mungkin lebih hebat permainan ranjangnya dibanding Machicha. Akhirnya terjadilah perpecahan hubungan keduanya.

Dalam falsafah di kampung saya, orang nikah sirri itu dibaratkan KAWIN SEPAK PEGAT DUPAK, artinya ikatan perkawinan yang dilaksanakan secara sah menurut hukum Islam atau tidak sah menurut hukum Islam dan tidak ada bukti tertulis di hukum Negara Republik ini akhirnya cerainya pun sak karepe udele dan sak penake dewe. Dan ini semakin menambah panjang daftar public figure negeri ini yang bobrok dan ngawur.

Tulisan ini hanya sebagai guyonan dari saya atas kasus perseteruan Machicha dan Pak Moer,bukan untuk menghakimi atau memvonis keduanya. Bila dirasa ada yang kasar ya…mohon maaf…sebentar lagi kan lebaran…he..he..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: