Legalisasi atau Lokalisasi Judi ?!

Judi….(judi…)

Menjanjikan Kemenangan…

Judi….(judi…)

Menjanjikan kekayaan

Bohong….bohong

Kalaupun kau menang itu awal dari kekalahan

Bohong…bohong

Kalaupun kau kaya itu awal dari kemiskinan……

Judi…………dst.

Sepenggal lagu milik Bang Haji Rhoma Irama ini sudah sangat begitu akrab ditelinga hampir seluruh masyarakat Indonesia. Ayah dari Ridho Rhoma ini menyerukan lewat syair lagu kepada seluruh masyarakat dan ummat di Negeri ini untuk tidak berjudi, karena JUDI ITU HARAM,JUDI ITU MERUGIKAN,JUDI ITU MERUSAK,JUDI ITU……….. Tak perlu saya teruskan tentu pembaca sudah bisa meraba apa yang paling tepat untuk diisikan,he..he..he…

Pagi tadi saya coba menonton televisi, tidak sengaja kepencet salah satu channel televisi di negeri ini yang pandai mengupas tuntas permasalahan yang terjadi di negeri ini. Ya benar TV One. Di acara Apa Kabar Indonesia Pagi yang dihadiri salah satunya Bapak Ustadz Anton Medan. Topik yang dibahas pun sebenarnya masalah klasik tapi masih tetep menarik untuk diperbincangkan, Legalisasi Judi Di Indonesia. Pemerintah mungkin sudah tidak sanggup lagi memberantas perjudian yang marak di negeri ini. Makanya muncul lagi wacana untuk melegalkan judi di Indonesia. Akhirnya pro dan kontra muncul atas statemen ini. Yang setuju juga tidak asal setuju, mereka juga memberikan argumen yang masuk akal. Yang tidak setuju pun juga punya argumen tersendiri.

Bahkan kalangan ellite politik negeri ini dengan tegas menolak usulan untuk melegalkan judi. Ormas-ormas keagamaan juga  bersuara sama untuk menolak pelegalan judi di Indonesia. Legalisas dan atau Lokalisasi ? Menurut penulis kedua kata tersebut hampir mirip tapi berbeda jauh. Kalau Legalisasi berarti segala macam bentuk permainan judi disahkan atau diresmikan. Jadi dimanapun tempat bisa untuk arena judi. Kalau Lokalisasi berarti judi itu dilokalisir disuatu tempat yang jauh dari khalayak umum dan yang bisa masuk hanya yang mempunyai ijin. Masalah sah atau tidaknya itu belakangan. Legalisasi judi di Indonesia tidak semudah membalik telapak tangan,begitu juga dengan lokalisasi perjudian.

Banyak faktor yang berpengaruh terhadap keinginan untuk melagalkan dan atau melokalisir judi, antara lain faktor Agama, faktor Ekonomi, faktor Hukum, faktor Budaya dan banyak faktor lain yang notabeneya sangat berpengaruh.

Proses melagalkan dan atau melokalisasikan  perjudian di Indonesia sangat membutuhkan banyak tangan dan banyak waktu. Sebagai orang beriman dan beragama tentu kita mengharamkan judi tapi di lain pihak sebagian dari orang yang beriman dan beragama tahu bahwa judi itu haram, judi itu dilarang tapi mereka tetap saja berjudi. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena tuntutan ekonomi keluarga yang mengharuskan mereka menghasilkan nuang lebih untuk kmenutupi kebutuhan keluarga. Dengan mengeluarkan keringat yang bercucuran mereka hanya dapat menghasilkan uang yang notabene hanya cukup untuk makan. Bahkan ada sebagian lain yang tidak mencukupi untuk makan sehari-hari. Akhirnya lewat berjudi (itu alasan sebagian dari mereka) mereka menggantungkan nasib keluarga mereka.

Sudah tidak sedikit korban yang jatuh akibat judi, tapi mereka seperti tidak bergeming (“toh bukan saya yang bangkrut”, itu jawaban dari sebagian mereka). Judi itu bisa diibaratkan jamur kulit, ketika sudah dibasmi suatu saat akan tumbuh lagi bahkan lebih ganas dan berbahaya.

Oleh karena itu rencana pemerintah untuk melagalkan dan atau melokalisasikan judi di Indonesia bagi penulis pribadi TIDAK SEPAKAT. Walau kita tahu dengan pelegalan judi akan ada pembatasan bagi pemain dan permainan judi itu sendiri,tapi itu masih belum cukup. Kenapa saya TIDAK SEPAKAT, ada banyak hal yang membuat penulis harus TIDAK SEPAKAT dengan Rencana Pelegalan Judi di Indonesia.

Faktor utama bagi penulis yang harus dibenahi adalah Sumber Daya Manusia. Seperti kita ketahui masyarakat Indonesia yang plural ini,dalam segala hal, selalu saja berusaha untuk mencari celah bagaimana caranya agar mereka bisa hidup. Jadi mereka akan mencari celah atau jalan bagaimana mereka bisa ikut menikmati permainan judi ini. Dari yang hanya menonton, kemudian mendekat lalu coba-coba setelah itu iseng-iseng sampai akhirnya kebablasan untuk terus bermain judi. Mereka berharap dengan menanamkan uang sepeser berharap ribuan tanpa harus bekerja keras dan mengeluarkan keringat berlebih.

Karena masalah judi ini erat kaitanya dengan permasalahan Ekonomi. Kita tidak bisa pungkiri, di negeri ini yang namanya JUDI itu bagaikan penyakit menahun dan kronis yang secara medis tidak bisa disembuhkan. Kenapa saya katakan JUDI erat kaitanya dengan masalh perekonomian. Jelas, kebanyakan masyarakat Negeri ini yang bermain judi itu masyarakat Ellite (kalangan Jet Set, Borjuis, golongan orang yang tidak butuh duit, golongan orang yang mendapat duit dengan mudah dan HARAM) dan masyarkat Elit (kalangan Ekonomi Sulit yang berharap perubahan nasib dengan sekejap macam sulap Master Deddy). Untuk masyarakat kasta setengah bisa dikatakan jarang yang bermain judi. Kalupun main judi hanya dianggap sebagai hiburan bukan pekerjaan.

Penulis berharap rencana Pemerintah untuk melegalkan judi sementara waktu dihentikan sampai masyarkat negeri ini mencapai taraf kemakmuran dan keadilan. Kalau masyarakat negeri ini sudah makmur secara ekonomi dan adil secara hukum dan ekonomi silakan Pemertintah untuk Melegalkan dan Melokalisasikan Judi di Indonesia. Tidak hanya judi bahkan mungkin Prostitusi, wallahua’lam bishowwab.

3 Comments to “Legalisasi atau Lokalisasi Judi ?!”

  1. hahaha,,awal nya keren banget,,bang rhoma..ckckck…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: