March 10, 2014

Pembelajaran Hebat Untuk Media di Indonesia

Salah satu hikmah yang patut dijadikan pelajaran sekaligus dicontoh oleh Indonesia dalam peristiwa hilangnya pesawat Boeing 777-200 dengan nomor penerbangan MH370 milik Malaysian Airlines (MAS) adalah pola komunikasi dan mekanismekendali pemberitaan yang dilakukan pihak Malaysia, dalam menghadapi media massa dan mengelola issu agar tak berkembang liar. Ini sangat berbeda jauh, bahkan bisa dikatakan bertolak belakang dengan yang terjadi di Indonesia setiap terjadi kecelakaan pesawat.

 

Hilangnya kontak dengan pesawat MH370 itu sendiri baru diumumkan Sabtu pagi, meski radar pesawat sudah tak lagi terlacak sejak sekitar pukul 02.40 dini hari.Pengumuman resmi kepada khalayak dan media massa dilakukan setelah lewat satu jam dari jadwal pesawat seharusnya mendarat di bandara Beijing.Sebelum ada pengumuman resmi, di papan display tertulis status “delayed”. Hal itu bukan dimaksudkan untuk membohongi, namun sebagai bentuk kehati-hatian demi menghindari kepanikan keluarga penumpang. Saya yakin sejak pesawat hilang kontak, pihak MAS pastilah sudah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan menara pengawas yang terakhir menangkap sinyal pesawat tersebut. Namun untuk mengumumkan bahwa pesawat memang benar-benar hilang, Malaysia masih menunggu kepastian, sampai sejam setelah waktu mendarat.

 

Begitupun setelah resmi diumumkan bahwa pesawat MH370 hilang kontak, berbagai spekulasi liar berkembang. Namun pihak Malaysia – baik Pemerintah Malaysia maupun manajemen MAS – bergeming, semua issu dan spekulasi ditepis, sebelum benar-benar bisa dibuktikan. Issu pertama yang muncul soal ditemukannya “jejak” yang diduga pesawat MH370 di perairan Vietnam. Malaysia dalam rilis resminya langsung menolak issu itu sebelum bisa dibuktikan benar adanya. Bahkan ketika sehari kemudian Vietnam menyebut menemukan bekas tumpahan minyak yang diduga avtur, Malaysia tak mau begitu saja menerima asumsi itu.

 

Ketika dipastikan bahwa ada 2 – belakangan bertambah jadi 4 – penumpang pesawat tersebut yang menggunakan paspor curian, berkembang spekulasi adanya aksi terorisme. Malaysia menepis keras bahwa kehadiran FBI ke Kuala Lumpur karena dugaan terorisme. Mereka menyebut hadirnya FBI hanya untuk ikut membantu mencari pesawat karena ada penumpang berkewarganegaraan Amerika Serikat. Menteri Perhubungan Malaysia, Hisyammudin Hussein, hanya menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan intelijen negara-negara tetangga. Hal ini perlu bagi Malaysia, sebab jika benar penumpang berpaspor Austria dan Italia itu menggunakan paspor curian yang sudah dilaporkan h ilang sejak 2012 dan 2013, maka ini berarti kelalaian imigrasi bandara KLIA.

 

Sejak awal Malaysia sudah menegaskan agar media massa hanya mengutip keterangan resmi dari Pemerintah Malaysia atau pucuk pimpinan Malaysian Airlines. Sementara itu, manajemen MAS melakukan hal-hal yang perlu dilakukan. Misalnya Station Manager MAS di Jakarta menawarkan keluarga 7 penumpang pesawat asal Indonesia untuk terbang ke Kuala Lumpur dan memberikan fasilitas transportasi serta akomodasi. Begitu pun keluarga penumpang di Beijing, disediakan hotel di dekat bandara setempat. Artinya, Malaysia tetap melakukan apa yang seharusnya dilakukan terhadap keluarga para penumpang yang berduka, namun tidak menambah kepanikan dengan memastikan bahwa semua informasi hanya melalui satu pintu, agar tak terjadi kesimpangsiuran berita.

 

Setelah lebih 38 jam dilakukan pencarian tanpa ditemukan tanda-tanda yang berarti, barulah perwakilan MAS menyampaikan agar keluarga korban bersiap menerima kemungkinan terburuk. Kendati demikian, Malaysia tetap melarang segala bentuk spekulasi oleh media massa. Termasuk ancaman akan mempidanakan siapapun yang membuat pernyataan tak benar di media sosial terkait hilangnya pesawat MH370. Artinya bukan hanya media massa mainstream yang berupaya dikendalikan agar pemberitaan tak menjadi liar, namun juga pengguna media sosial yang biasanya justru memperkeruh situasi.

 

 

BAGAIMANA DENGAN DI INDONESIA?

Bandingkan dengan di Indonesia dalam beberapa kali kecelakaan pesawat sekitar 5-7 tahun terakhir ini. Ketika pesawat Adam Air hilang kontak pada awal tahun 2007 lalu, sehari setelahnya beredar issu ditemukannya asap dan puing pesawat di suatu titik di bukit tertentu. Semua ikut heboh, tak kurang media massa pun memberitakan. Ternyata issu itu sama sekali tidak benar bahkan menyesatkan dan membuat penyelidikan dan pencarian menjadi tidak fokus. Belum lagi kabar burung soal adanya keluarga penumpang yang katanya menghubungi ponsel keluarganya yang ikut dalam penerbangan itu, lalu sempat tersambung dan mendengar suara-suara tak jelas. Padahal, (katanya) hubungan telepon itu dilakukan sekian jam setelah pesawat hilang kontak. Issu tak jelas macam ini bisa dengan mudah meruak karena media massa dengan gegabah mewawancarai siapa saja, termasuk kerabat penumpang yang awam soal penerbangan, justru keterangannya diwarnai halusinasi, seakan-akan telepon tersambung dan mendengar suara tak teridentifikasi.Padahal pihak operator seluler justru memastikan bahwa tak ada sinyal terdekteksi.

 

Begitupun ketika sebuah pesawat yang melakukan penerbangan joyflight jatuh pada Mei 2012 lalu, issu bahwa ada 2 awak media majalah Antariksa belum mematikan ponselnya, langsung laris manis digoreng. Tulisan yang membahas issu tersebut, kendati belum dikonfirmasi kebenarannya, langsung dibagikan dan diteruskan kemana-mana, termasuk menggunakan jejaring media sosial dan pesan broadcastpada BlackBerry Messenger. Sama sekali tidak mempertimbangkan perasaan keluarga korban, yang tentunya sedang cemas, panik, berduka, masih pula seolah keluarganya jadi tertuduh penyebab terjadinya kecelakaan.

 

Jangankan kecelakaan pesawat, di Indonesia, kecelakaan kereta api saja bisa memicu beragam spekulasi dari yang masuk akal sampai yang bercampuraduk dengan halusinasi bahkan klenik. Media massa mewawancarai siapa saja, tanpa mempertimbangkan kualifikasi dan kompetensi nara sumber. Jika pihak berwenang dirasa pelit memberikan keterangan – padahal memang belum banyak keterangan yang bisa diberikan karena masih belum adanya kejelasan – media seolah tak sabar menunggu. Mereka memburu siapa saja untuk jadi sumber berita. Saksi mata yang benar-benar melihat langsung dan orang-orang di sekitar TKP yang tak melihat dengan jelas semua diwawancarai hingga terkadang keterangannya berlawanan satu sama lain. Bahkan meski orang tersebut sudah lansia dan kurang berpendidikan sehingga kualitas keterangan yang diberikan sulit dijadikan pegangan. Begitupun pihak keluarga dan teman-teman korban yang sebenarnya tak tahu banyak soal kejadian. Akhirnya, berita yang keluar beragam, lebih menjurus pada subyektifitas dan reaksi emosional serta sentimentalitas nara sumber. Kalau sudah liar, sulit mengendalikan.

 

Belum lagi pengguna media sosial yang ikut memperkeruh suasana. Ambil contoh saat pesawat Lion Air mendarat darurat di laut di Denpasar, beberapa bulan lalu. Hanya dalam waktu sekejap, di media sosial dan BBM sudah beredar gambar-gambar rekaan dengan maksud menjadikan kecelakaan itu sebagai candaan. Ini khas Indonesia : ditengah musibah dan bencana selalu ada yang menjadikannya gurauan. Ketika sebuah pesawat menabrak gunung Salak pun beredar humor, bahkan di saat upaya evakuasi dan kondisi korban belum ada kepastian. Perasaan keluarga korban benar-benar diabaikan, sama sekali tak ada rasa tepa selira(toleransi).

 

 

BAGAIMANA MEDIA TV INDONESIA MEMBERITAKAN HILANGNYA PESAWAT MH370

Seperti sudah saya duga, televisi di Indonesia tak kalah heboh memberitakan insiden yang menimpa pesawat milik MAS itu. Beberapa pengamat diundang untuk memberikan analisasnya. Keluarga korban yang sedang menunggu perkembangan resmi, diberondong kehadiran wartawan. Meski pertanyaan yang terlontar kadang hanya seputar firasat apa yang dirasakan keluarga, adakah pesan atau peninggalan terakhir sebelum korban naik pesawat nahas itu, dan beberapa pertanyaan tak penting yang bersifat pribadi.

 

Lucunya, TV One – yang tak kunjung belajar dari banyaknya kritikan – membuat pemberitaan bahwa hilangnya pesawat milik maskapai Malaysian Airlines itu memiliki kemiripan dengan hilangnya pesawat milik Adam Air tahun 2007 lalu. Begitu mendengar prolog yang disampaikan news anchor TV One, saya sudah merasa “it must be stupid”. Karena penasaran ingin tahu bagaimana TV One bisa menyimpulkan kesamaannya, saya tetap menonton tayangannya setelah jeda iklan.

 

Dalam tayangan itu TV One menyebutkan hasil investigasi KNKT dan dilengkapi dengan transkripsi pembicaraan pilot dan co-pilot di ruang cockpit sesaat sebelum pesawat jatuh. Dalam tayangan itu disebutkan pesawat Adam Air KI574 itu mengalami kerusakan alat bantu navigasi. Pilot dan co-pilot kemudian sibuk berkonsentrasi menangani kerusakan itu, sehingga terlambat menyadari bahwa kondisi pesawat sudah miring ke arah laut. Seperti sudah diketahui publik sebelumnya, kredibilitas dan bonafiditas Adam Air memang kurang baik, dalam setahun terakhir sebelum kecelakaan itu, sempat terjadi beberapa kali pesawat Adam Air salah mendarat di bandara yang tak seharusnya, karena kesalahan navigasi. Berbagai kebobrokan maskapai Adam Air itulah yang akhirnya memicu desakan untuk mencabut ijin operasional Adam Air.

 

Berbeda dengan Malaysian Airlines yang dikenal sebagai maskapai penerbangan yang bagus kredibilitasnya di Asia. Riwayat kecelakaan selama hampir 40 tahun terakhir, bisa dihitung dengan sebelah jari saja, salah satunya karena pembajakan. Jenis pesawat yang hilang kontak tersebut termasuk canggih dan dipastikan belum memiliki riwayat kerusakan. MAS memiliki beberapa pesawat sejenis yang semuanya dijamin dalam kondisi terawat baik. Sang captain pilot mengantongi 18 ribu lebih jam terbang selama bertahun-tahun. Jadi dari mana TV One bisa berkesimpulan bahwa hilang kontaknya MH370 mirip dengan Adam Air? Apakah sekedar karena sama-sama hilang kontak? Oh! Alangkah konyolnya jika menyamakan hanya karena sama-sama hilang kontak. Semoga TV One bisa lebih hati-hati, kalau tak ingin disomasi MAS.

 

 

BELAJAR DARI CARA MALAYSIA BERSIKAP

Sepertinya, sikap kehati-hatian dalam pemberitaan itu bukan hanya dimiliki Pemerintah Malaysia saja, namun sudah tertanam di masyarakatnya. Ketika Malaysia menggelar Pemilu tahun lalu, petang harinya saya menghubungi teman di Malaysia, menanyakan hasil Pemilu. Saya pikir hasil hitung cepat pastilah sudah dirilis, beberapa media Indonesia sudah memberitakannya. Tapi teman saya hanya membalas SMS itu sekedarnya : “hasilnya belum bisa dipastikan”. Esok harinya, barulah dia mengirim SMS komplit mengenai partai mana yang menang, beserta keterangan apakah kemenangan itu single majority atau simple majority.

 

Tampaknya Pemerintah Indonesia, otoritas penerbangan dan perhubungan, media massa dan seluruh masyarakat Indonesia – terutama pengguna media sosial dan media warga – memang masih harus belajar pada Malaysia bagaimana caranya mengelola issu dan mengemas pemberitaan serta menyikapi berita terkait musibah dan kondisi darurat lainnya. Sehingga tak perlu timbul kegaduhan yang meresahkan. Juga tak sampai menyebarkan issu yang menyakiti perasaan keluarga korban, apalagi menjadikan musibah jadi bahan candaan. Seyogyanya musibah justru bisa menjadikan solidaritas sosial kita lebih kuat dan kepekaan emosional lebih terasah. Semoga musibah negeri jiran ini bisa kita ambil hikmahnya.

Tulisan disadur dari : http://media.kompasiana.com/mainstream-media/2014/03/10/salut-pada-cara-malaysia-mengelola-issu-dan-mengendalikan-pemberitaan-640383.html

March 10, 2014

RSJ Akan Panen Raya pada 2014

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Lantaran mahalnya biaya kampanye, banyak Caleg DPR dan DPRD provinsi/kabupaten/kota diprediksi masuk rumah sakit jiwa (RSJ) saat gagal terpilih jadi anggota Dewan meski sudah banyak mengeluarkan biaya kampanye.

“Orang masuk RSJ akan tambah banyak apalagi kalau melihat biaya kampanye sekarang begitu besar,” kata Anggota DPRMartin Hutabarat dalam dialog Kenegaraan di gedung DPR/MPR RI Jakarta, Senin (10/3/2014).

Menurut Martin, Pemiu di Indonesia identik dengan barang mewah. “Fakta di lapangan tidak murah menjadi anggota Dewan sebab semua harus butuh uang banyak,” kata Martin.

Dijelaskan di satu sisi banyaknya uang beredar saat Pemilu bisa menggerakkan roda perekonomian yang sedang lesu namun di sisi lain memiliki implikasi buruk kalau bagi negara.

“Bicara harapan masyarakat idealnya DPR akan datang di pusat dan daerah harusnya diisi orang yang memiliki karakter, integritas, dan intelektual tinggi tapi fakta di lapangan itu bukan ukuran pertama sebab yang ukuran pertama faktanya yang punya uang dipilih jadi anggota Dewan,” kata Martin.

Berita disadur dari : http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/03/10/banyak-caleg-diprediksi-masuk-rumah-sakit-jiwa

March 10, 2014

Usulan Dana Hibah 2014

Rencana usulan kegiatan Masyarakat RT 03 untuk tahun 2014 adalah :

  1. Pengadaan Sound System untuk kegiatan warga
  2. Pavingisasi
  3. Perbaikan Tutup Saluran Pembuangan
  4. Pengadaan Pot dan Bunga
  5. Kampung Cyber

Semua rencana usulan sudah termaktub dalam Berita Acara MUSRENBANGKEL Ketawanggede.

Ucapan terima kasih dari warga RT 03 untuk Pengurus POKMAS III, LPMK Ketawanggede, Kelurahan Ketawanggede (SKPD), Kecamatan Lowokwaru dan Pemerintah Kota Malang atas dilaksankannya kegiatan kemasyarakatan ini. Semoga rencana usulan kegiatan kemasyarakatan RT 03 tahun 2014 mendapat persetujuan dari Pemkot  Malang atau instansi yang terkait.

 

March 9, 2014

Pemilu Berintegritas

KPU Gelar Jalan Santai 'Menuju Pemilu Berintegritas'

YOGI GUSTAMAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum serentak menyelenggarakan jalan santai mengusung tema, ‘Menuju Pemilu Berintegritas,’ Minggu (9/3/2014). Jalan santai dimulai dari dan berakhir di Lapangan Silang Barat Daya Monumen Nasional (Monas).

Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, kepada wartawan di sela jalan santai menyusuri Jalan MH Thamrin mengaku acara jalan santai serupa serentak dilaksanakan di seluruh KPU Kabupaten atau Kota se-Indonesia dan di 33 provinsi.

“Acara jalan santai serentak ini berlangsung di seluruh Indonesia, di 497 kabupaten dan kota, dan 33 provinsi. Sehingga makna dan gaungnya lebih besar kali ini,” ungkap Ferry. Jika ditotal seluruh peserta jalan santai mencapai 990 ribu.

Ferry menjelaskan, dalam acara kali ini KPU juga turut mengundang peserta pemilu baik partai politik maupun calon legislatif. Partai dipersilakan membawa 300 massa. Dari pantauan Tribun, mereka memakai atribut seperti kaos partai, spanduk dan lain-lain.

Acara jalan santai ini dimeriahkan dengan parade marching band dari Sekolah Pelayaran. Mereka mengiringi jalan santai para peserta yang diikuti parpol, caleg DPD RI dan masyarakat umum yang berolahraga memanfaatkan momen car free day.

Dikutip dari : http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/03/09/kpu-gelar-jalan-santai-menuju-pemilu-berintegritas

March 9, 2014

Honor Saksi Parpol, Ngawurrrrrr.

Dana Rp 1.5 Triliun untuk Honor Saksi Tak Berdasar Hukum

NET

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti, menilai pemerintah yang mengeluarkan Rp 1.5 triliun untuk dikelola Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai honor Mitra Pengawas Pemilu Lapangan dan saksi partai politik di hari H pemungutan suara tak memiliki dasar hukum.

“Inilah kali pertama dalam pelaksaan pemilu. Untuk pengawasan hari H pemungutan suara 9 April 2014 menghabiskan dana hingga Rp 1,5 triliun,” ujar Ray kepada wartawan di Jakarta, Selasa (21/1/2014). Anggaran sebesar ini jelas menyakitkan publik.

Menurut Ray, dana sebesar Rp 1,5 triliun yang pengelolaannya ditangani Bawaslu, dengan rincian Rp 800 miliar untuk bimbingan teknis dan honor Mitra PPL, dan Rp 700 miliar untuk honor 12 saksi partai politik di 545.778 Tempat Pemungutan Suara tidak perlu.

Ray menuding Bawaslu telah melakukan kreasi dengan mendasarkan diri pada asumsi kesulitan pengawasan pemungutan suara seperti terjadi di pemilu sebelumnya. Ia tetap kekeuh bahwa pengeluaran negara tersebut yang dikreasi Bawaslu tak memiliki dasar hukum yang jelas.

Keberadaan Mitra PPL juga tumpang tindih. Pasalnya sudah ada Petugas Pemilu Lapangan (PPL) di tingkat TPS yang sudah diatur dalam UU No 15/2011. Setidaknya satu hingga lima PPL di tiap desa dan kelurahan, fungsinya mengawasi pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara. Ditambah adanya saksi parpol.

“Bukankah ini, sama dengan Negara mengeluarkan dana untuk dua kegiatan yang tumpang tindih. Apa dasar hukum negara keluarkan dana Rp 1.5 trilun untuk satu kegiatan yang sama dengan dikerjakan dua lembaga berbeda yang sama sekali tidak diatur oleh UU,” terang Ray.

Publik harus mempersoalkan ini. Pasalnya, aturan pembiayaan parpol oleh negara sudah jelas dalam Undang-Undang Partai Politik. Dalam udang-undang tersebut, bukan kewajiban negara mendanai saksi dari parpol.

“Persoalan pengawasn pemilu saat ini bukan pada tidak adanya kesaksian, pelaporan atau data pelanggaran. Tapi lebih parah dari itu, yakni soal kemampuan anggota Bawaslu yang sekarang melakukan advokasi, penyelesaian dan penghentian temuan pelanggaran. Sejatinya, Bawaslu memperbaiki persoalan utama ini,” tegas Ray.

Ketua Bawaslu, Muhammad, mengaku pembentukan Mitra PPL diperlukan untuk memastikan pengawasan di seluruh TPS berjalan baik. Nantinya, Bawaslu akan menempatkan dua Mitra PPL di masing-masing TPS dan diberi honor Rp 100 ribu perorang.

Terkait pembiayaan saksi dari 12 parpol peserta pemilu di masing-masing TPS, adalah tuntutan mereka. Parpol mengaku ingin menempatkan saksinya di seluruh TPS, tapi terkendala dana yang besar. Sehingga Pemerintah menanggung biaya saksi parpol.

Sama seperti Mitra PPL, saksi parpol akan diberi honor Rp 100 ribu. Baik Mitra PPL dan saksi parpol, akan bekerja maksimal di hari H pemungutan suara pada 9 April 2014. Keduanya sama-sama akan memastikan proses pengawasan pemungutan.

Tulisan diambil dari : http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/01/21/dana-rp-15-triliun-untuk-honor-saksi-tak-berdasar-hukum

March 4, 2014

Honor KKPS dan Biaya Pelaksana TPS Pileg 2014

Sebentar lagi masyarakat Indonesia akan melaksanakan sebuah pesta demokrasi untuk menentukan siapa saja yang berhak mewakili mereka di Legislatif. Tepatnya, “Siapa saja yang memang pantas menadi anggota Dewan yang terhormat”. Pesta yang akan dilaksankan pada tanggal 9 April 2014 nanti diharapkan dapat membawa perubahan yang signifikan untuk kemajuan Bangsa ini.

Banyak sorotan kalau kita berbicara masalah Pesta Demokrasi atau kita lebih mendengarnya dengan sebutan PEMILU,  dan pemilu nanti adalah PILEG, Pemilihan Legislatif, baik itu DPRD Kota/Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR Pusat ataupun DPD. Tak perlu saya sebutkan satu per satu, masyarakat sudah bisa mencerna mana yang pantas untuk disorot dari pelaksanaan pemilu nanti. Penyelanggara PEMILU 2014 masih tetap menggunakan model kerja cara lama. Artinya, dengan kemajuan teknologi yang ada KPU belum bisa membuat sistem Pemilu yang efisien.

Saya akan ambil satu saja, yang kebetulan penulis pernah mengemban tugas ini, yakni sebagai KPPS, yang dimaksud adalah Honorarium KPPS. Dari berita yang beredar honor kpps untuk pileg 2014 nanti kecil, itupun masih ditambahi beban sebagai keamanan pengganti Linmas. Dengan beban tugas yang semakin besar dan berat harusnya honor itu dipantaskan.

Untuk ketua KKPS akan menerima honor sebesar Rp. 400.000,-  dan Anggota KPPS menerima honor Rp. 350.000,-. Sedangkan biaya penyelenggaraan per TPS hanya Rp. 500.000,-.

Ini berbeda jauh dengan Pemilu 2009 yang menembus angka Rp. 750.000,-. Dari berita yang saya dengar, Komisi II DPR Pusat sudah mengupayakan kepada Pemerintah untuk menaikkan Biaya Penyelenggaraan Pemilu per TPS agar lebih besar, min Rp. 1 juta.

Penulis pribadi berharap Linmas itu dikaryakan. Sudah sehari-harinya tidak ada jatah dari kelurahan setempat (kecuali DKI Jakarta-red), e…giliran ada pesta demokrasi malah tidak diajak berperan dalam kpps. Mumpun masih ada tenggang satu bulan sejak tulisan ini diterbitkan, kami berharap ada kebijakan dari KPU dan Pemerintah pusat tentang honor kpps dan petugas kpps.

August 14, 2013

Usulan Dana Hibah 2012 Kota Malang

Ada yang baru dari Pengelolaan dana Hibah tahun 2013. Kalau selama ini pengelolaan dana oleh LPMK maka tahun 2013 dana dikelola oleh Kelurahan setingkat SKPD.

Rencana usulan kegiatan Masyarakat RT 03 untuk tahun 2012 adalah :

  1. Pembuatan saluran drainase air hujan.
  2. Bedah Rumah Sehat GAKIN

Semua kegiatan sudah dilaksankan dengan baik dan berjalan sesuai rencana.

Ucapan terima kasih dari warga RT 03 untuk Pengurus POKMAS III, LPMK Ketawanggede, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru dan Pemerintah Kota Malang atas dilaksankannya kegiatan kemasyarakatan ini.

Dibawah visual lingkungan RT 03 sebelum adanya Saluran drainase :

IMG0840A

 

IMG0845A

 

IMG0841A

 

 

August 14, 2013

BANK SAMPAH RT 03

Syukur alhamdulillah kami ucapkan kehadirat Allah SWT atas dilaksanakannya program pengelolaan sampah di wilayah RT 3 RW 3 Ketawanggede dengan menjadi anggota Bank Sampah Malang (BSM) Kota Malang.

Program yang dicanangkan oleh Ibu Walikota Malang ini mendapat sambutan yang antusias di kalangan warga RT 03 RW III Kelurahan Ketawanggede. Kegiatan pengelolaan sampah yang lebih modern ini banyak memberikan keuntungan bagi warga.

Akhirnya dibentuklah Kelompok Binaan BSM Kota Malang dengan nama Kelompok SANTOSA. Dengan Koordinator terpilih Bapak Sugeng Santoso, beliau sehari-hari bekerja sebagai PNS di lingkungan DKP Kota Malang. Sekretaris Bapak Santosa, beliau sehari-hari bekerja sebagai Instruktur Tenis Lapangan. Dan Bendahara Bapak Sugeng Santosa, beliau sehari-hari bekerja sebagai PNS di Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang.

Kegiatan ini, sampai tulisan ini diterbitkan sudah hampir berjalan dua tahun. Mekanisme pengelolaan di tingkat kelompok ditangani oleh pengurus Kelompok dan dibantu warga. Anggota kelompok selain warga RT 03 juga ada dari warga RT lain sekitar wilayah RT 03. Sampai saat ini tercatat ada sekitar 35 anggota.

Ke depan kami berharap agar kegiatan BSM ini bisa berjalan dengan tepat sasaran. Karena efek ke depan jauh lebih mengena. Kita memang melaksakan program ini untuk jangka panjang.

Di bawah ada beberapa visual kegiatan pemilahan sampah :

 

 

 

 

June 19, 2011

AREMA Menuju AFC Cup

Kemenangan besar Arema Indonesia atas Bontang FC sore ini di Stadion Kanjuruhan semakin memantapkan posisi Arema sebagai Runner up ISL 2010/2011 dengan skor 8 – 0. Saingan terdekat mereka Persija Jakarta hanya mampu menang 3 – 0 atas tamunya PSPS Pekanbaru.

Dengan kemenangan ini Arema memastikan lolos ke putaran AFC Cup musim depan. Setelah musim ini Arema tampil jeblok di kancah Liga Champions Asia, dan mereka hanya mampu meraih 1 point dan sebagai juru kunci grup. Dengan lolosnya Arema ke AFC Cup musim depan diharapkan Arema mampu memberikan yang terbaik meski ini hanya kejuaraan level dua Asia.

Dengan finish di urutan kedua ISL musim ini merupakan pencapaian yang maksimal Arema setelah mereka tampil kurang memuaskan di pertengahan musim karena konflik keuangan yang melanda Arema Indonesia.

Dengan lolosnya Arema ke AFC Cup musim depan semakin membanggakan para Aremania. Bravo Arema…Salam Satu Jiwa….

June 13, 2011

Senam Tahes Kota Malang 2011

Pada hari Minggu tanggal 12 Juni 2011 kemarin Tim Penggerak PKK Kota Malang menggelar acara Senam Tahes di kelurahan Ketawanggede. Ini merupakan rangkaian acara terakhir dari keseluruhan acara Senam Tahes dan Pengobatan Gratis TP-PKK Kota Malang di seluruh kelurahan di kota Malang.

Acara yang berlangsung di halaman SDN 2 Ketawanggede sangat meriah. Antusias dan animo masyarakat Ketawanggede sungguh luar biasa. Mulai dari Senam Tahes, Pengobatan Gratis, Pelayanan KTP Gratis, Sunatan Massal semua penuh sesak oleh warga Ketawanggede.

Program Senam Tahes dan Pengobatan ini merupakan wujud bukti nyata TP-PKK Kota Malang dalam memajukan dan mensejahterakan warga kota Malang. Bahkan salah seorang anggota DPR RI menyarankan agar program ini bisa dicontoh oleh kota-kota lain.

Tapi walau begitu masih banyak yang harus dibenahi dalam menggelar acara ini. Masih banyak kekurangan-kekurangan yang perlu ditutupi, seperti semrawutnya pelayanan pengobatan gratis, pelayanan KTP dan juga sarana dan prasarana penunjang yang terkesan seadanya. Disamping itu banyak menimbulkan kesan kalau program ini banyak kader-kader PKK di Kelurahan yang mencari muka.

Secara keseluruhan yang jelas program ini bagus dan layak untuk dipertahankan, tidak hanya oleh TP-PKK Kota Malang tapi oleh kader-kader PKK di tingkat kelurahan. Jadi tidak harus mengandalkan TP-PKK  Kota Malang…Selamat untuk warga Kelurahan Ketawanggede ynag telah berpartisipasi dalam program Senam Tahes dan Pengobatan Gratis….terkhusus untuk warga RT 03 RW III Kelurahan Ketawanggede…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.